ILOVECILEGON.CO– Sebagai kota dengan populasi penduduk yang relatif kecil, Cilegon, nyatanya, memiliki potensi pemuda yang kreatif dan berprestasi. Salah satunya adalah dara yang genap berusia sembilan belas tahun pada Desember depan ini.

Namanya Deby Rosselinni, Alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Cilegon. Gadis periang ini adalah salah satu kebanggaan Kota Cilegon. Pasalnya, gadis yang tinggal di Citangkil ini adalah seorang novelis muda. Bayangkan, di usianya yang relatif masih remaja, Deby sudah menerbitkan dua novel dan tergabung dalam beberapa antologi cerpen. Karya-karyanya yakni novel The Mystery Checkered Floor and Gods (2012), novel Simfoni Cinta Khanza (2013), antologi cerpen Gilalova 6: Bukan Cerita Cinderella, dan antologi cerpen Kurajut Cintamu Lagi(2014). Terakhir, ia membuat skenario film berjudul 10 Things that I Hate/Love in School. Filmnya sendiri ia produksi bersama teman-teman sekelasnya sebagai tugas praktik kesenian.

Kini, gadis yang bercita-cita menjadi psikolog ini tengah sibuk merevisi kembali beberapa novel yang pernah ia tulis untuk dikirimkan ke penerbit mayor.

Selain sudah menerbitkan sejumlah buku, penyuka warna hijau ini juga kerap memenangi perlombaan di bidang literasi seperti juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Kota Cilegon tahun 2011 dan tahun 2012, juara I Lomba Baca Puisi Tingkat Kota Cilegon tahun 2011, Juara Bertahan Lomb Bercerita di sekolahnya dari tahun 2010 hingga tahun 2013, juara II Lomba Cipta Cerpen Tingkat Provinsi tahun 2013, juara I Lomba Cipta Cerpen Tingkat Kota Cilegon tahun 2009, juara I Lomba Pidato Tiga Bahasa Tingkat Sekolah di tahun 2011, dan yang terakhir adalah juara II Lomba Bercerita Sirah Nabawi Tingkat Nasional di Malang.

Di bidang organisasi, Deby juga dapat dibilang pelajar yang aktif. Gadis yang sangat mengagumi Paulo Cello dengan novel The Alchemic-nya ini beberapa kali menjabat posisi strategis di kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) dan organisasi semisal sekretaris OSIS MTs Al-Innayah Cilegon, ketua Ekskul Jurnalistik MAN 1 Cilegon, ketua Akhwat Rohis MAN 1 Cilegon, ketua bidang wirausaha OSIS MAN 1 Cilegon, dan sekretaris Pelajar Islam Indonesia PD Cilegon.

Menurut penuturan sang ibunda, Elli Awaliah Rosselinni, Deby mulai menyukai dunia literasi semenjak menjuarai lomba menulis cerpen di Rumah Dunia (RD) Serang pada tahun 2008. “Waktu itu, Deby masih sembilan tahun. Saya ikutkan lomba cerpen di RD. Dapat juara tiga. Senangnya minta ampun. Semenjak itu jadi sering nulis dan ikut lomba-lomba,” tutur Elli saat diwawancarai ILOVECILEGON, baru-baru ini.

Elli melanjutkan, ketika lahir, ayahnya mengubur ari-ari Deby bersama dengan beberapa benda: lampu, pensil, dan kendi berisi asem manis dan bumbu rujak. “Enggak tahu tradisi atau apa, yang jelas, ari-arinya (Deby-red) dikubur dengan benda-benda itu,” ungkap Elli.

Selain menekuni kegiatan literasi, Deby juga memiliki hobi di bidang seni rupa. Ia pernah menjadi juara I lomba melukis Milad SMPN Mancak tahun 2007, juara II lomba lukis FL2N tahun 2008, juara III Fotografer Putri Pospeda Provinsi Banten tahun 2009, dan juara I lomba Fotografer Putri Poskot Cilegon tahun 2013.

Bersinar di bidang nonakademis tidak membuat Deby melupakan pelajaran sekolah. Ia juga patut dibanggakan dalam bidang akademis karena sering menjadi delegasi dalam lomba-lomba akademis seperti sempat menjadi finalis Kompetisi Sains Madrasah bidang matapelajaran Geografi, finalis Olimpiade Sosiologi se-Jabar-Banten di UPI Bandung 2013 dan finalis Olimpiade Sosiologi se-Pulau Jawa Banten di UPI Bandung tahun 2014.

Gadis yang sempat menjadi pemateri di beberapa event ini adalah contoh ideal bagi pelajar di Cilegon bawa selain memiliki bakat di bidang kesenian, kita juga tidak boleh lupa terhadap akademik. Begitu pula sebaliknya, selain pintar akademis kita juga harus pintar nonakademis.





Foto Lainnya
Deby memamerkan buku-buku yang ditulisnya

Selalu sedia buku dan pulpen untuk nulis
Deby ternyata fans I Love Cilegon juga loh