ILOVECILEGON.CO - Lili Dyah Ayu Chandra, salah satu mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) ini sudah sering mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Seperti Oktober 2015, ia mewakili Indonesia untuk kegiatan di Jepang dan Korea Selatan. Terakhir, 24-29 Juli 2016 lalu, ia mewakili Unpad, Indonesia, Bandung, Jawa Barat, dan Banten untuk mengikuti Simposium Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) ke-8 di Mesir.

Yang sudah nonton Rudi Habibie pasti tahu dong. PPI adalah persatuan mahasiswa Indonesia dari seluruh perguruan tinggi di seluruh penjuru dunia. Sementara itu, Simposium PPI adalah kegiatan merumuskan pergerakan mahasiwa Indonesia seperti membuat rekomendasi untuk Pemerintah Indonesia dengan tujuan membangun visi demi kemajuan Indonesia.
Kegiatan Simposium ini disupport Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, serta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Meski mewakili Unpad, secara tidak langsung, Lili juga mewakili Cilegon dan Banten karena juga mengangkat citra daerahnya asalnya.

Tujuan mengikuti Simposium dan diskusi komisi menurutnya bertujuan untuk memperteguh identitas bangsa.

Simposium terbagi menjadi lima bidang: ekonomi, media, pendidikan, agama, dan politik. Meski Lili berkonsentrasi di Fakultas Ilmu Komunikasi, Namun Lili tergabung dalam bidang Ekonomi. “Karena media juga berimbas pada bidang Ekonomi. Misalnya, ada mahasiswa yang membuat website penjualan ikan sehingga distribusi ikan tidak melalui tengkulak. Hal ini menjadikan harga ikan lebih murah dan menguntungkan nelayan,” tuturnya.

Lili dan rekan-rekannya merumuskan sebuah project, “Insyallah kita akan lakukan tahun ini di Indonesia. Namun, kita belum dapet persetujuan dari ketua Prosidium baru,” tuturnya.

Meski secara tidak langsung membawa nama Cilegon, mahasiswi semester VIII ini mengaku belum mendapat suport dari lembaga lokal. “Tidak pernah ada apresiasi dari pihak Pemerintah. Apalagi suport dana. Bahkan pernah mengajukan proposal ke salah satu instansi di Kota Cilegon, namun akhirnya ditolak,” tuturnya. Meski demikian, Lili tetap bangga menjadi salah satu mahasiswi dari Cilegon yang dapat membanggakan tanah lahirnya. | Fajar Timur